Kim Jong-un: Mengapa sampai muncul spekulasi pemimpin Korea Utara ini sakit keras?

Kim Jong-un: Mengapa sampai muncul spekulasi pemimpin Korea Utara ini sakit keras?

Hak atas foto Reuters
Image caption Spekulasi tentang kesehatan Kim Jong-un juga pernah terjadi sebelumnya dan telah dibantah.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak menghadiri acara ulang tahun kakeknya pada tanggal 15 April padahal ia sebelumnya selalu hadir dan ketidakhadirannya itu sontak memunculkan spekulasi dan rumor yang sulit dicek kebenarannya.

Sejak saat itu berbagai laporan menyebutkan bahwa Kim Jong-un menderita sakit keras setelah menjalani bedah jantung, tetapi para pejabat di Korea Selatan yang melakukan pemantauan mengatakan berita itu tidak benar, lapor wartawan BBC di Seoul, Laura Bicker.

Dengan kondisi Korea Utara yang tertutup maka tidak mungkin melakukan verifikasi terkait dengan sejumlah laporan dengan judul antara lain Kim Jong-un “sakit keras” dan “menjalani penyembuhan setelah operasi”.

Namun kantor presiden Korea Selatan mengatakan tidak menemukan tanda-tanda khusus dari Korea Utara yang menunjukkan bahwa Kim Jong-un, 36, “sakit keras”.

China, yang memiliki kedekatan dengan Korea Utara, juga menampik kabar bahwa Kim sedang sakit keras.

Bukan kali ini saja kondisi kesehatan Kim Jong-un menjadi bahan spekulasi hangat yang kemudian dibantah oleh pihak berwenang.

Kapan awal mula spekulasi terbaru?

Kim Jong-un baru-baru ini tidak menghadiri perayaan ulang tahun kakeknya, Kim Il-sung, yang jatuh pada tanggal 15 April. Acara itu adalah salah satu even paling besar untuk merayakan hari kelahiran pendiri Korea Utara.

Sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC di Seoul, Laura Bicker, Kim Jong-un selama ini tidak pernah absen dari perayaan tersebut dan tidak mungkin ia memilih untuk tidak hadir begitu saja tanpa alasan.

Hak atas foto EPA
Image caption Hari ulang tahun Kim Il-sung dirayakan sebagai salah satu hari besar di Korea Utara sebagai pendiri negara.

Tak bisa dihindari, ketidakhadirannya memicu spekulasi dan rumor yang tak mudah untuk mengecek kebenarannya.

Sosok pemimpin Korea Utara itu terakhir kali muncul di media pemerintah pada tanggal 12 April ketika melakukan inspeksi pesawat tempur tetapi tidak jelas kapan sejatinya foto tersebut diambil. Dalam foto itu, sebagaimana biasanya, ia ditampilkan sebagai orang yang santai dan nyaman.

Dari laporan-laporan media pemerintah, ia diketahui memimpin rapat penting sehari sebelumnya. Namun ia tidak pernah muncul sesudah acara itu.

Media setempat juga tidak melaporkan kehadiran Kim Jong-un dalam uji coba rudal yang dilaporkan terjadi pekan lalu. Ia biasanya hadir dalam acara-acara tersebut.

“Melaporkan masalah Korea Utara sangat sulit dalam situasi normal sekalipun, jadi sebagian besar spekulasi muncul berdasarkan penyimpangan dari preseden.

“Dan sekarang, negara yang sudah sangat tertutup itu mengalami karantina wilayah skala ekstrem – setelah menutup perbatasan pada akhir Januari karena pandemi Covid-19,” jelas Laura Bicker.

Bagaimana sampai muncul berita pertama tentang kesehatan Kim Jong-un?

Klaim tentang Kim Jong-un sedang sakit muncul dalam laporan di situs yang dijalankan oleh para pembelot dari Korea Utara.

Seorang sumber yang namanya tidak disebutkan mengatakan kepada Daily NK bahwa ia mendapat informasi bahwa Kim Jong-un mengalami masalah jantung sejak Agustus 2019 “tetapi kondisi itu memburuk setelah melakukan perjalanan berkali-kali ke Gunung Paektu”.

Hak atas foto Reuters
Image caption Kim Jong-un terakhir kali muncul dalam foto yang dirilis pada tanggal 12 April ketika melakukan inspeksi pesawat.

Berita itu lantas dilaporkan berantai oleh media internasional dengan dasar berita dengan satu narasumber saja.

Kantor-kantor berita juga melaporkan klaim itu dan kemudian muncul beberapa laporan yang menyebutkan badan intelijen Korea Selatan dan badan intelijen Amerika Serikat memantau perkembangan tersebut.

Di Amerika Serikat lalu muncul berita utama yang lebih sensasional bahwa Kim Jong-un dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi jantung.

Namun pernyataan dari pemerintah Korea Selatan dan juga sumber-sumber di badan intelijen China, seperti dikutip kantor berita Reuters, menegaskan bahwa laporan itu tidak benar.

Yang perlu digarisbahawi, tak seorang pun membantah bahwa pemimpin Korea Utara itu menjalani operasi jantung.

Hak atas foto AFP
Image caption Kim Jong-un sempat tidak muncul di depan umum selama 40 hari pada tahun 2014, dan begitu muncul ia memakai tongkat.

Pernyataan yang dikeluarkan baik oleh Korea Selatan maupun China hanya berisi bantahan Kim Jon-un sakit keras.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Jepang, Yoshihide Suga, dalam konferensi pers di Tokyo, mengatakan pihaknya berhati-hati dalam menanggapi laporan itu.

“Jepang menghimpun dan menganalisis informasi tentang perkembangan Korea Utara dengan minat besar. Saya ingin menahan diri mengomentari laporan itu.

“Jepang akan terus menghimpun dan menganalisis informasi dengan bekerja sama erat dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain,” kata Yoshihide Suga pada Selasa (21/04).

Bukan pertama kali

Pada tahun 2014, Kim Jong-Un menghilang selama 40 hari sejak awal September – yang memunculkan serangkaian spekulasi panas, termasuk ia disingkirkan melalui perebutan kekuasaan oleh para bangsawan politik.

Ia lalu muncul kembali. Dalam foto itu ia memakai tongkat.

Media pemeritah ketika itu mengakui Kim Jong-un mengalami “kondisi fisik yang tidak nyaman”, tetapi tidak menjawab rumor bahwa ia menderita asam urat.

Related posts