Virus corona: Menteri Erick Thohir minta karyawan BUMN di bawah 45 tahun masuk kantor 25 Mei, mal buka 1 Juni

Virus corona: Menteri Erick Thohir minta karyawan BUMN di bawah 45 tahun masuk kantor 25 Mei, mal buka 1 Juni

Hak atas foto NOVA WAHYUDI/Antara
Image caption Karyawan BUMN berusia di bawah 45 tahun akan kembali masuk kerja mulai 25 Mei 2020. Sedangkan karyawan usia di atas 45 tahun, masih diperkenankan untuk tetap bekerja dari rumah

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta seluruh karyawan BUMN di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja di kantor mulai 25 Mei 2020. Namun hal ini dilakukan di daerah yang telah mengakhiri atau membuka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Erick Thohir menyampaikan ketentuan tersebut dalam surat edaran Menteri BUMN bernomor S-336/MBU/05/2020 tertanggal 15 Mei 2020 tentang antisipasi skenario the new normal di perusahaan-perusahaan pelat merah.

Dalam surat edaran, yang dikutip kantor berita Antara, tercantum tahapan pemulihan kegiatan yang dilakukan secara bertahap oleh BUMN-BUMN.

Pada fase pertama, karyawan BUMN berusia di bawah 45 tahun akan kembali masuk kerja mulai 25 Mei 2020. Sedangkan karyawan usia di atas 45 tahun, masih diperkenankan untuk tetap bekerja dari rumah.

Pada fase pertama itu juga disebutkan, kegiatan sektor industri dan jasa diminta untuk membuka layanan cabang secara terbatas dan pengaturan jam masuk dengan pembatasan kapasitas.

Lalu, pembukaan pabrik, pengolahan, pembangkit, serta hotel dilakukan dengan sistem shift dan pembatasan jumlah karyawan yang masuk.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Suasana sebuah pasar di Bekasi saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Mal dan toko ritel diizinkan buka 1 Juni 2020, universitas buka 8 Juni 2020

Pada fase kedua, mal dan toko ritel diperkenankan buka mulai 1 Juni 2020. Namun, mereka harus membatasi jumlah pengunjung dan jam operasionalnya. Mal dan toko ritel juga harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, seperti menjaga jarak dua meter saat berinteraksi.

Pada fase ketiga, sektor jasa wisata diperkenankan buka mulai 8 Juni 2020. Namun, layanan dalam kawasan tersebut harus meminimalisir kontak fisik. Kemudian, jumlah pengunjungnya pun dibatasi.

Semua pengunjung wajib menggunakan masker, melakukan physical distancing dan tidak diperkenankan berkerumun.

Dalam periode tersebut juga sektor pendidikan diperbolehkan kembali beroperasi, seperti universitas dan tempat pelatihan. Namun, jumlah siswa dan jam masuknya menggunakan metode bergilir sesuai jarak aman dan kapasitas ruangannya.

Hak atas foto AFP/Getty Images
Image caption Kemacetan masih berlangsung di Jakarta walau PSBB masih diberlakukan.

Pada fase keempat, pembukaan kegiatan seluruh sektor mulai 29 Juni 2020.

Seluruh sektor mulai melakukan penambahan operasi menuju normal dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kemudian harus tetap mematuhi kriteria penyebaran pandemi di masing-masing daerah.

Di fase tersebut, restoran dan kafe dibuka secara bertahap. Kemudian tempat ibadah mulai dibuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang tetap.

Lalu, perjalanan dinas yang dilakukan pegawai BUMN harus sesuai prioritas dan urgensi.

Pada fase kelima, merupakan evaluasi dari fase keempat untuk seluruh sektor dan pembukaan kegiatan ekonomi menuju skala normal. Fase tersebut berada di periode tanggal 13 sampai 20 Juli 2020.

Adapun pada awal Agustus 2020, pengoperasian penuh seluruh sektor secara normal dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat.

Hak atas foto Antara/PUSPA PERWITASARI

Sebelumnya, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, memberi kesempatan bagi warga berusia di bawah 45 tahun untuk kembali bekerja meski pandemi virus corona masih berlangsung. Namun, bidang pekerjaan mereka dibatasi pada 11 bidang usaha saja.

Doni mengatakan hal itu sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 Pasal 13.

Ke-11 sektor tersebut yakni kesehatan, bahan pangan atau makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri, pelayanan dasar pada obyek vital, serta kebutuhan sehari-hari.

Doni menyarankan agar pihak perusahaan di 11 sektor tersebut hanya mempekerjakan pegawai berusia 45 tahun ke bawah.

“Kenapa kita menganjurkan pimpinan di perusahaan memberi prioritas kepada yang relatif muda? Karena yang usia 45 tahun ke atas mengalami angka kematian yang tinggi,” kata Doni dalam video conference, Selasa (12/05).

Sehari sebelumnya, pada Senin (11/05), Doni mengatakan kebijakan ini diberlakukan agar kelompok usia tersebut tidak kehilangan mata pencarian.

“Kelompok ini kita beri ruang untuk beraktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terpapar PHK bisa kita kurangi lagi,” kata Doni Monardo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melalui video conference, Senin (11/05).

“Ini untuk menjaga keseimbangan agar masyarakat tak terpapar virus dan juga tak terpapar PHK,” tambahnya.

Meski diperbolehkan untuk tetap beraktivitas, tambah Doni, kelompok usia di bawah 45 tahun tetap harus memperhatikan protokol pencegahan Covid-19 saat beraktivitas, seperti menjaga jarak, menghindari kerumunan, menggunakan masker, dan sering mencuci tangan dengan sabun.

Hak atas foto Antara Foto/Fauzan
Image caption Seorang buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan pabriknya di Benda, Kota Tangerang, Banten, 1 Mei lalu.

Doni mengklaim warga yang berusia 45 tahun ke bawah tak termasuk dalam kelompok rentan mengingat tingkat kematian kelompok ini hanya 15% dari total warga yang terpapar Covid-19.

Dia juga menyebut kelompok usia ini tak memiliki gejala saat sudah terpapar virus corona.

“Kelompok muda di bawah 45 tahun mereka secara fisik sehat, punya mobilitas tinggi, dan kalau terpapar, mereka belum tentu sakit karena tak ada gejala,” kata Doni.

Akan tetapi Doni luput menyebut bahwa masyarakat di bawah usia 45 tahun ini justru menjadi penyumbang kasus positif virus corona terbanyak di Indonesia.

Berdasarkan data dari situs Covid19.go.id pada Selasa (12/05/2020), kasus positif corona pada kelompok usia 31-45 tahun mencapai 28,9%. Kemudian kelompok usia 18-30 tahun mencatat kasus positif sebesar 18,9%. Jika digabungkan, dua kelompok ini membukukan kasus 47,8%.

Adapun rentang usia 46-59 tahun mencapai 29,4%.

Doni tidak menyanggah bahwa mereka yang berusia di bawah 45 tahun dapat menjadi pembawa virus saat beraktivitas.

“Nah ini harus kita ingatkan. Kelompok pekerja bukan saja 45 tahun ke bawah harus memperhitungkan untuk mampu melindungi. Selama kelompok-kelompok itu apakah di atas 45 tahun maupun di bawah 45 tahun harus betul-betul memahami mereka berisiko menulari kepada keluarga yang lain,” ujar Doni.

Hak atas foto Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Image caption Polisi meminta keterangan dari penumpang bus yang akan mudik saat operasi pengamanan dan penyekatan wabah COVID-19 di Badung, Bali, Minggu (3/5). Bus yang membawa sekitar 39 penumpang menuju Sidoarjo, Jawa Timur, itu digiring untuk menjalani pemeriksaan di Polres Badung karena surat izin jalan bermasalah dan diduga mengambil penumpang di luar terminal.

Pengecualian perjalanan

Sebelum memberi kesempatan bagi warga berusia di bawah 45 tahun untuk kembali beraktivitas, pemerintah telah mengizinkan tiga kelompok masyarakat untuk bepergian ke luar kota dengan sejumlah syarat. Tiga kelompok masyarakat itu mencakup aparatur sipil negara (ASN), karyawan BUMN, masyarakat dengan alasan mendesak, dan WNI yang kembali dari luar negeri,

Peneliti kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, Budi Haryanto, mengatakan kebijakan tersebut berpotensi membuat penularan Covid-19 di Indonesia akan terus terjadi.

“Dengan banyaknya jumlah orang yang beralasan untuk melakukan perjalanan penting, ini semua potensi (penularan)…Semakin banyak orang di jalan, semakin banyak orang ketemu, ya potensi besar,” kata Budi.

“Kapan kita mau menyelesaikan penularan yang justru terjadi dari kedekatan satu orang ke orang lainnya?”

Related posts