George Floyd: Presiden AS Donald Trump dukung pelarangan teknik tekan leher dalam penangkapan polisi, namun menegaskan itu sesekali diperlukan

George Floyd: Presiden AS Donald Trump dukung pelarangan teknik tekan leher dalam penangkapan polisi, namun menegaskan itu sesekali diperlukan

Hak atas foto Reuters
Image caption Trump menghadapi kritik atas responsnya terhadap pecahnya demonstrasi antirasisme dan kebrutalan polisi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan mendukung penghapusan teknik tekan leher untuk menahan tersangka dalam penangkapan polisi. Namun dia menegaskan bahwa teknik itu sesekali diperlukan.

Beberapa kesatuan polisi di AS telah melarang teknik yang disebut chokehold itu sejak demonstrasi anti-rasisme besar-besaran terjadi setelah kematian George Floyd, pria Amerika keturunan Afrika yang meninggal di tangan polisi.

Floyd meninggal setelah seorang polisi menekan lehernya dengan lutut selama sembilan menit.

Trump mengatakan akan jadi “suatu hal yang sangat bagus” untuk melarang teknik tekan leher, namun dia mengatakan teknik itu sesekali diperlukan dalam beberapa situasi.

Komentar Trump itu muncul bersamaan dengan upaya Partai Demokrat dan Repulikan di Kongres AS untuk merinci RUU tentang reformasi kepolisian.

Berbicara kepada Fox News, Trump berkata bahwa ide dari menghentikan pasukan polisi menggunakan teknik tekan leher terdengar “sangat polos, begitu sempurna”.

Hak atas foto Reuters
Image caption Aksi demonstrasi di New York

Namun dia melanjutkan: “Jika seorang polisi dalam perkelahian yang buruk dan dia punya seseorang … Anda harus berhati-hati.

“Dengan itu dikatakan, saya pikir, hal yang sangat baik bahwa secara umum itu harus diakhiri,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia mungkin membuat “rekomendasi yang sangat kuat” kepada pemerintah setempat.

Aparat polisi yang berlutut di leher Floyd telah dipecat dan kini menghadapi dakwaaan pembunuhan tingkat dua.

Tekanan atas reformasi kepolisian AS

Trump – yang menghadapi kritik atas responsnya terhadap pecahnya demonstrasi antirasisme dan kebrutalan polisi – mengatakan dia ingin “melihat penegakan hukum yang kuat tapi benar-benar penuh kasih”, menambahkan “ketangguhan kadang-kadang yang paling berbelas kasih”.

Ketika dikonfrontir oleh pewawancara Harris Faulkner untuk menjelaskan cuitannya di Twitter bulan lalu, yang menyebut “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai”, yang disensor oleh Twitter karena dianggap menglorifikasi kekerasan, Trump mengatakan: “Ketika penjarahan dimulai, seringkali itu berarti akan ada… tentu akan ada kematian, akan ada pembunuhan. Dan itu hal yang buruk.” katanya.

RUU tentang reformasi kepolisian diusulkan oleh partai oposisi Demokrat yang menguasai parlemen AS, namun agar rancangan undang-undang itu bisa lolos harus mendapat dukungan dari Partai Republikan yang menguasai senat.

Ada potensi kedua partai mencapai kesepakatan tentang pelarangan teknik tekan leher dan penggeledahan paksa seperti yang terjadi pada kasus Breona Taylor, yang meninggal di tempat tidurnya setelah ditembak polisi sebanyak delapan kali.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Putra Gwen Carr, Eric Garner meningal setelah lehernya ditekan oleh polisi pada 2014, membuatnya sulit bernapas

Sementara itu, dewan kota di Minneapolis, tempat Floyd meninggal, mengeluarkan resolusi pada hari Jumat (12/06) untuk menggantikan departemen kepolisiannya dengan sistem keamanan publik yang dipimpin masyarakat.

Itu terjadi beberapa hari setelah dewan memilih untuk membubarkan departemen kepolisian.

Menurut resolusi tersebut, dewan kota akan memulai proses selama setahun untuk melibatkan “setiap anggota masyarakat yang bersedia di Minneapolis” untuk menghasilkan model keselamatan publik yang baru.

Di New York, Gubernur Andrew Cuomo telah memerintahkan departemen kepolisian untuk melakukan reformasi besar.

Media playback tidak ada di perangkat Anda

Kepala polisi Houston: Teknik tekan leher ‘harus dilarang’

Cuomo mengatakan dia akan berhenti membiayai pemerintah daerah yang gagal mengadopsi reformasi untuk mengatasi penggunaan kekuatan yang berlebihan dan bias di departemen kepolisian mereka pada April mendatang.

Dia mengatakan akan menandatangani perintah eksekutif bagi kota untuk “menemukan kembali dan memodernisasi” departemen kepolisian mereka untuk memerangi rasisme.

Catatan disiplin kepolisian akan dirilis ke publik dan teknik tekan leher akan menjadi tindak pidana yang dapat dihukum hingga 15 tahun penjara.

“Itu harus dilakukan di setiap kantor polisi di negara ini,” kata Cuomo seperti dikutip oleh kantor berita Reuters.

Duduk bersama gubernur di konferensi pers adalah Gwen Carr dan Valerie Bell, ibu Eric Garner dan Sean Bell, dua lelaki kulit hitam tak bersenjata yang tewas dalam insiden dengan polisi.

Garner meninggal ketika seorang polisi kulit putih menggunakan teknik chokehold padanya saat melakukan penangkapan pada tahun 2014.

Related posts