Virus corona: Angka kematian akibat pandemi Covid-19 lebih dari 600.000 orang

Virus corona: Angka kematian akibat pandemi Covid-19 lebih dari 600

Keterangan gambar,

Beberapa negara mencatat peningkatan tajam kasus Covid-19, termasuk India.

Pandemi Covid-19 telah menyebabkan lebih dari 600.000 orang meninggal dunia.

Wabah virus corona ini menyebar di 188 negara, dengan jumlah kasus positif telah menembus angka 14,3 juta, menurut data yang dikumpulkan Johns Hopkins University.

Hampir seperempat kematian berada di Amerika Serikat.

Pada hari Sabtu (18/07) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jumlah kasus baru virus corona di dunia melonjak sebanyak hampir 260.000 dalam 24 jam, penambahan harian terbesar sejak pandemi dimulai.

Menurut WHO, ini pertama kalinya jumlah infeksi baru harian melampaui angka seperempat juta.

Peningkatan terbesar terjadi di Amerika Serikat, Brasil, India, dan Afrika Selatan.

Angka kematian dari virus corona juga naik 7.360 — peningkatan harian terbesar sejak 10 Mei.

Rekor kenaikan jumlah kasus baru yang terkonfirmasi sebelumnya dicatat oleh WHO pada hari Jumat (17/07).

Jumlah total kasus virus corona yang terkonfirmasi menembus angka 14 juta pada hari Sabtu, menurut penghitungan Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

Apa yang terjadi di AS?

Keterangan gambar,

India saat ini memiliki angka terbesar kasus terkonfirmasi virus corona.

Angka kasus terus menanjak di beberapa negara bagian AS, terutama di negara-negara bagian di selatan yang awalnya enggan memberlakukan karantina wilayah atau mewajibkan pemakaian masker. Florida, Texas, dan Arizona mengalami lonjakan yang sangat tinggi.

Florida saat ini merupakan pusat epidemi di AS. Negara bagian itu mencatat lebih dari 10.000 infeksi baru dan 90 kematian pada hari Sabtu, sehingga jumlah total kasusnya menjadi lebih dari 337.000 dan jumlah kematiannya menjadi lebih dari 5.000.

Dalam beberapa pekan terakhir, rumah-rumah sakit di negara bagian itu juga memperingatkan bahwa UGD mereka sudah penuh dan tidak dapat menerima pasien baru.

Langkah-langkah untuk membendung penyebaran virus, termasuk memakai masker, telah menjadi isu yang sangat politis di AS.

Pakar penyakit menular ternama di AS, dr. Anthony Fauci, mendesak para pemimpin negara bagian dan lokal pada hari Jumat agar “tegas” dalam memastikan orang-orang mengenakan masker, meskipun Presiden Donald Trump belakangan mengatakan ia tidak akan mewajibkan pemakaian masker pada tingkat nasional.

Negara mana lagi yang mengalami lonjakan?

Di Brasil, tempat virus corona dan langkah-langkah untuk membendungnya telah sangat dipolitisasi, jumlah kasus terus meningkat — walaupun WHO mengumumkan pada awal pekan ini bahwa kasus tidak lagi meningkat secara tajam.

Para ilmuwan juga memperingatkan bahwa India mungkin mencapai puncak wabah dalam beberapa bulan — meskipun jumlah kasus terkonfirmasi di negara tersebut sudah yang ketiga terbesar di dunia. Rumah sakit di kota-kota yang paling parah terdampak, di antaranya Mumbai dan Bangalore, telah dipenuhi pasien.

India mencatat 34.884 tambahan infeksi dalam periode 24 jam pada hari Sabtu (18/07), dan 671 tambahan kematian terkait virus corona.

Dan Afrika Selatan, yang mencatat salah satu pertambahan kasus harian terbesar di dunia, memiliki jumlah infeksi terkonfirmasi yang paling tinggi di benua Afrika.

Apa yang terjadi di Eropa?

Negara-negara Eropa Barat, yang telah berhasil menahan penyebaran virus, sekarang mulai membuka kembali perbatasan dan bisnis mereka.

Namun, terjadi lonjakan lokal di Spanyol — yang terburuk adalah di wilayah Catalunya di timur laut negara itu.

Wilayah ini kembali mencatat peningkatan harian kasus terkonfirmasi sebanyak lebih dari 1.000, dan sekitar empat juta orang di Barcelona, La Noguera, dan El Segrià telah diperintahkan untuk isolasi mandiri di rumah selama 15 hari.

Di antara aturan-aturan yang diberlakukan ialah larangan pertemuan publik atau pribadi lebih dari 10 orang, larangan kunjungan ke panti jompo, dan penutupan pusat kebugaran dan kelab malam.

Spanyol baru saja mengakhiri lockdown nasional yang ketat sekitar empat minggu lalu dan berharap bisa memulai kembali ekonominya, terutama di sektor pariwisata.

Jalan-jalan di Barcelona dilaporkan lebih kosong pada hari Sabtu, meskipun beberapa penduduk mungkin telah melawan perintah dan melakukan perjalanan dengan mobil ke rumah kedua.

Keterangan gambar,

Jumlah kasus melonjak di Catalunya, wilayah di bagian timur laut Spanyol.

Menanggapi lonjakan tersebut, negara tetangga Spanyol, Prancis, sekarang mempertimbangkan untuk menutup perbatasannya.

Ketika ditanya apakah penutupan perbatasan mungkin dilakukan, Perdana Menteri baru Prancis Jean Castex mengatakan: “Kami memantau ini dengan sangat cermat, khususnya di sini, karena ini adalah masalah nyata yang juga perlu kita diskusikan dengan pihak berwenang Spanyol.”

Perbatasan Prancis baru dibuka kembali untuk warga umum pada 21 Juni.

Related posts