Pendiri Alibaba Jack Ma muncul di acara amal setelah hilang dari hadapan publik sejak Oktober

Pendiri Alibaba Group, Jacka Ma, akhirnya tampil di hadapan publik sejak pihak berwenang China menindak kerajaan bisnisnya pada Oktober lalu.

Hilangnya Jack Ma dari muka publik selama beberapa bulan terakhir memicu spekulasi tentang keberadaannya di tengah pengawasan terhadap bisnisnya yang kian ketat.

Pada Rabu (20/01) miliarder itu tampak bertemu dengan 100 guru pedesaan di China melalui video meeting, menurut media pemerintah setempat.

Imbas dari kabar tersebut, saham Alibaba langsung melonjak 5% di bursa saham Hong Kong.

Media lokal yang disokong oleh pemerintah provinsi Zhejiang, Tianmu News, pertama kali melaporkan tentang Ma yang berbicara dengan para guru sebagai bagian dari salah satu inisiatif yayasan amalnya.

Acara tahunan biasanya diselenggarakan di kota resor Sanya, tetapi diadakan secara online tahun ini karena pembatasan Covid-19.

“Kami tidak bisa bertemu di Sanya karena wabah itu,” katanya dalam pidatonya.

Keterangan gambar,

Ia memiliki kekayaan pribadi bersih sebesar $40miliar (Rp575 triliun) dan merupakan orang ketiga terkaya di Cina, menurut daftar orang kaya 2017 Forbes Cina.

“Saat epidemi selesai, kita harus menemukan waktu untuk mengganti perjalanan semua orang ke Sanya, lalu kita akan bertemu lagi!”

Dalam video tersebut, dia mengenakan setelan berwarna biru dan berbicara langsung ke kamera dari sebuah ruangan dengan dinding marmer abu-abu dan karpet bergaris.

Belum jelas di mana lokasi video itu diambil.

Pengawasan regulasi

Bulan lalu, bank sentral China menarik para eksekutif dari Ant Group dan memerintahkan perombakan besar-besaran dalam operasi perusahaan.

Ma adalah pendiri dan pemegang saham utama Ant Group, yang merupakan penyedia pembayaran terbesar di China.

Sebelum memerintahkan perombakan perusahaan, regulator telah membatalkan pencatatan Ant Group di bursa Hong Kong dan Shanghai.

Keterangan video,

Bagaimana perusahaan kecil Ant menjadi raksasa bisnis

Penawaran pasar saham senilai US$37 miliar, atau sekitar Rp520 triliun, diharapkan menjadi yang terbesar di tahun 2020.

Secara terpisah, regulator di China mengumumkan penyelidikan terhadap Alibaba atas praktik monopoli.

Adapun, kecurigaan tentang keberadaan Ma muncul awal bulan ini, ketika dia tak hadir dalam Africa’s Business Heroes, sebuah acara televisi dimana dia menjadi juri.

Kendati Alibaba mengaitkan ketidakhadirannya dengan jadwal yang bentrok, beberapa laporan media mengatakan dia tidak terlihat di hadapan publik sejak membuat komentar yang mengkritik sistem perbankan China pada acara di Shanghai pada bulan Oktober.

Related posts