Virus corona dan ibadah: Perayaan Paskah sampai persiapan Ramadan di tengah pandemi Covid-19

Virus corona dan ibadah: Perayaan Paskah sampai persiapan Ramadan di tengah pandemi Covid-19

Hak atas foto Getty Images
Image caption Perayaan Paskah harus disesuaikan dengan keadaan yang tak memungkinkan untuk pawai seperti di Kenya ini.

Di tengah pandemi Covid-19, umat beragama di dunia akan memasuki perayaan-perayaan keagamaan, mulai dari Paskah pekan ini sampai persiapan Ramadan.

Biasanya pada momen seperti ini, banyak kegiatan bersama yang dilakukan. Bagaimana tahun ini? Berikut laporan Lebo Diseko.

Komuni virtual

Bagi umat Kristiani, minggu ini adalah saat yang penting dengan perayaan Minggu Paskah pada tanggal 12 April.

Ini adalah perayaan kebangkitan kembali Yesus Kristus sesudah penyaliban, dan ini merupakan perayaan tahunan terpenting bagi umat Kristiani.

Banyak jamaah berkumpul di gereja pada periode ini, terutama saat Jumat Agung dan Minggu Paskah.

Kini upacara dan sakramen, yang biasanya dipimpin oleh pendeta dan pastor di gereja, dilakukan dengan cara lain.

Carole Kutsushi, seorang Kristen yang tinggal Nairobi, ibu kota Kenya.

“Kami akan menyelenggarkan Komuni Suci bersama pada Jumat Agung nanti lewat Zoom,” katanya seraya menyebut fasilitas video daring untuk menyelenggarakan pertemuan.

“Karena situasi ini kita tidak bisa mendapatkan roti yang biasanya digunakan di gereja, maka kami akan mengganti dengan bahan lain.

“Kami akan menggunakan roti biasa, dan jus anggur lalu berdoa dan mengucapkan komuni bersama.”

Kenya saat ini belum memasuki penutupan wilayah sepenuhnya, tetapi sudah ada pemberlakukan jam malam dan pemerintah menyerukan warga untuk tetap di rumah saja.

Gereja tempat Carole biasa beribadah biasanya menyelenggarakan pertemuan di rumah salah satu anggota jemaah, berganti-ganti setiap minggu.

Kini, kata Carole, mereka menyelenggarakannya secara virtual dan meningkatkan jumlah pertemuan daring mereka.

“Para pemimpin gereja mengirimkan naskah dan meminta kami berdiskusi tiap minggu. Kami berdiskusi dengan Zoom setiap Selasa dan Jumat, juga menyelenggarakan doa bersama.

“Memang merepotkan, tapi menurut saya ini merupakan cara yang tepat bagi kami untuk lebih dekat kepada Tuhan di rumah kami masing-masing.”

Buka puasa virtual

Hak atas foto Getty Images
Image caption Buka puasa bersama seperti ini sudah tidak dimungkinkan lagi di masa pandemi sekarang ini.

Muslim di seluruh dunia akan memulai ibadah puasa bulan Ramadhan diperkirakan pada tanggal 23 April.

Bulan Ramadan adalah saat bagi Muslim untuk memperingati Al Quran pertamakali diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Momen berbuka puasa, adalah saat berkumpul bersama keluarga, dan menjalankan salat tarawih bersama.

Di Inggris Raya, salah satu acara di bulan Ramadan adalah The Muslim Tent Project yang biasanya menyelenggarakan acara yang diberi nama Open Iftar alias Buka Bersama.

Biasanya mereka mendirikan tenda besar di sejumlah tempat di berbagai kota.

Orang dari berbagai agama dan kepercayaan bisa bergabung di Ramadan Tent.

Tahun ini Open Iftar ditiadakan, dan sebagai gantinya akan dibuat acara ‘buka puasa virtual’ di hari pertama Ramadan. Mereka berharap ribuan orang bisa bergabung dalam acara ini.

Tim penyelenggara juga akan mengirimkan paket bagi kaum Muslimin untuk menggantian pengalaman buka bersama yang hilang. Di dalam paket terdapat resep masakan, permainan dan lembaran informasi.

Sepanjang Ramadan, buka bersama akan diadakan dengan fasilitas Zoom.

“Azan Maghrib, saat kita berbuka puasa, akan disiarkan secara langsung lewat fasilitas itu,” kata seorang penyelenggara.

Menyesuaikan dengan keadaan

Hak atas foto Getty Images
Image caption Makan malam yang disebut sebagai ‘Seder’ untuk umat Yahudi ini tak bisa dilaksanakan seperti biasa.

Bagi umat Yahudi, malam 8 April ini merupakan salah satu momen terpenting dalam kalender tahunan yaitu dimulainya perayaan Passover atau Paskah.

Pada saat seperti ini biasanya keluarga dan teman-teman berkumpul dan makan hidangan yang dikenal dengan nama Seder, lalu mereka akan membaca naskah keagamaan, bernyanyi dan mendongeng. Ini merupakan saat ketika umat Yahudi mengingat Nabi Musa yang telah memimpin moyang mereka untuk membebaskan diri dari perbudakan di Mesir.

Di New York, Amerika Serikat, yang jadi pusat wabah, Rabbi Rick Jones punya beberapa tips bagi kaum Yahudi yang merayakan Seder.

Yang utama adalah mencoba untuk mengadaptasi berbagai bagian perayaan dengan situasi saat ini. “Ada tradisi mencuci tangan pada saat Seder,” katanya.

“Ritual ini soal pensucian, bukan kebersihan. Tapi saat ini kita bisa menggunakan ritual itu untuk mengajarkan anak-anak kita tentang pentingnya mencuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bersama”.

Related posts