Virus corona di Amerika Serikat: Mempertanyakan pemerintahan Trump yang tidak ‘bertindak tepat waktu’ untuk mencegah ribuan kematian

Virus corona di Amerika Serikat: Mempertanyakan pemerintahan Trump yang tidak 'bertindak tepat waktu' untuk mencegah ribuan kematian

Hak atas foto AFP
Image caption Jumlah kematian akibat Covid-19 di AS melebihi Italia.

Rekor virus corona dan jumlah kematian di Amerika Serikat mengejutkan. AS menjadi negara terbesar di dunia dengan jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19 tertinggi di dunia, pada akhir pekan ini.

Sampai hari Senin (13/04), lebih dari 22.000 meninggal dan sekitar 555.000 terinfeksi, walaupun pemerintah mengakui jumlah di lapangan beberapa kali lebih tinggi.

Di tengah meningkatnya pandemi ini, banyak pihak yang mempertanyakan, mengapa pemerintah AS tidak bertindak lebih cepat untuk mencegah ribuan kematian.

Surat kabar The New York Times akhir pekan ini menerbitkan artikel berisi keterangan dari para pakar kesehatan kepada Gedung Putih untuk mengambil langkah pencegahan sejak akhir Februari lalu, namun tidak dipertimbangkan.

Pernyataan oleh pakar gugus tugas penanganan Covid-19 hari Minggu (12/04) kembali mengangkat isu yang sama bahwa Amerika Serikat “bisa menyelamatkan banyak nyawa” seandainya lebih awal menerapkan langkah-langkah untuk menghentikan Covid-19.

“Jika kita melakukannya sejak awal, untuk menutup semuanya, barangkali akan sedikit berbeda,” kata Dr. Anthony Fauci, pakar dari gugus tugas penanganan virus corona di AS, kepada CNN.

Namun ia mengakui membuat keputusan seperti itu sangatlah rumit.

Menurut Fauci, timnya mengusulkan rekomendasi medis kepada pemerintah AS yang “dapat menyelamatkan nyawa” bila dilakukan sebelum pandemi merebak.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 555.000 kasus virus corona dan 22.000 kematian; angka terbanyak dicatat di New York.

“Banyak yang menolak melakukan karantina saat itu,” katanya.

Presiden Donald Trump menyatakan ketidaksetujuannya akan wawancara tersebut dengan membagikan sebuah twit dari mantan calon anggota Kongres dari Partai Republik yang menyarankan pemecatan Dr. Fauci.

“Fauci mengatakan pada tanggal 29 Februari bahwa orang tak perlu khawatir dan bahwa (Covid-19) bukan ancaman bagi rakyat Amerika,” kata Deanna Lorraine dan cuitannya.

Dan ia menambahkan, “Saatnya memecat Fauci #FireFauci (tendang Fauci)”.

Sang dokter telah menjadi wajah ikhtiar AS melawan wabah virus corona. Ia selalu hadir di sisi Trump dalam jumpa pers harian di Gedung Putih.

Namun keduanya berseberangan dalam berbagai isu. Fauci mengatakan dalam wawancara baru-baru ini dengan stasiun televisi CBS bahwa ia mengambil pendekatan ilmiah sementara Trump berangkat dari “harapan, sudut pandang orang awam”.

Pemerintahan Trump telah mengeluarkan pedoman penjarakan sosial yang berlangsung hingga 30 April, tapi muncul pertanyaan seputar kapan pembatasan itu sebaiknya diangkat.

Amerika baru mencatat kematian pertama akibat virus corona pada akhir Februari, namun pembatasan sosial baru diterapkan pada pertengahan Maret.

Presiden Donald Trump berulang kali mengatakan pemerintah “bertindak serius” untuk menekan virus dan bahwa Gedung Putih tengah “melakukan yang terbaik.”

Dalam laporan harian, Trump menyebut “tak adil” dan “berita palsu” berbagai pertanyaan dari wartawan yang mempertanyakan langkah pemerintah dalam menangani Covid-19.

Apa kata Fauci?

Ketika ditanya tentang laporan New York Times bahwa dirinya dan sejumlah pejabat lainnya sudah menyarankan mitigasi agresif menjelang akhir Februari, Dr. Fauci mengatakan para pejabat kesehatan hanya dapat membuat rekomendasi dari “sudut pandang kesehatan murni”.

“Seringkali, rekomendasi diambil. Namun terkadang, tidak dilakukan,” ujarnya.

Dr. Fauci, yang kini memimpin gugus tugas penanganan virus corona di AS, menambahkan “tidak ada yang akan menyangkal” bahwa secara logis, jika upaya mitigasi sebelumnya dilakukan lebih awal akan dapat menyelamatkan nyawa.”

Namun ia mengatakan “pengambilan keputusan seperti itu sangat rumit”.

Dr. Fauci juga mengakui bahwa ada banyak faktor yang terlibat dalam situasi saat ini di AS, seperti luasnya negara itu dan heterogenisitasnya, bukan hanya soal penerapan mitigasi.

Namun ia juga mengatakan beberapa bagian dari negara itu mungkin bisa perlahan-lahan kembali ke situasi normal, “setidaknya dalam beberapa hal, barangkali bulan depan”.

“Anda tidak ingin melakukan sesuatu dengan cepat,”kata Dr. Fauci.

Ia juga mengatakan bahwa mengakhiri upaya penanggulangan virus dengan tergesa-gesa dapat menyebabkan infeksi kembali bertambah.

“Itu akan tergantung pada daerah Anda, sifat wabah yang sudah Anda alami dan ancaman wabah yang mungkin tidak Anda alami,” ujarnya.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Dr Fauci juga memperkirakan bahwa sebagian wilayah AS dapat kembali memulai situasi normal setidaknya awal Mei.

Dr. Fauci juga optimis pemilihan presiden AS, yang dijadwalkan 3 November, masih dapat digelar – jika negara itu menempuh pendekatan terukur untuk mengurangi pembatasan.

Ritwit Presiden Trump, yang dipandang sebagai sinyal kekesalannya dengan Dr. Fauci, muncul bersama sejumlah cuitan lain yang mengkritik cara media meliput respons pemerintahannya terhadap wabah virus corona.

Dalam beberapa hari terakhir, sang presiden juga mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), seiring ia mendapatkan tekanan terkait wabah Covid-19 dan gangguan ekonomi yang diakibatkannya.

Bagaimana situasi di New York?

New York telah menjadi episentrum perlawanan melawan virus corona di AS.

Terdapat hampir 190.000 kasus di negara bagian itu, dan lebih dari 9.000 kematian, jumlah terbesar di dunia.

Dalam pengarahan singkat pada Minggu (12/04), Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan ia ingin negara bagiannya bisa dibuka “sesegera mungkin”.

Tetapi sang gubernur memilih bersikap hati-hati. Ia berkata harus ada pendekatan terkoordinasi antar negara-negara bagian terdekat, tambahan alat uji, dan tambahan dana federal.

Cuomo juga skeptis terhadap segala prakiraan, dengan mengatakan: “Setiap proyeksi dari pakar, ternyata tidak tepat.”

Di situlah berita baiknya, katanya, karena itu berarti kebijakan dan kepatuhan sosial telah menunjukkan hasil dalam beberapa pekan terakhir.

“Saya sudah mengatakan sejak hari pertama – semua prediksi ini, termasuk bahwa kita akan membuka lagi kegiatan ekonomi pada Mei, melakukan ini pada bulan Mei, melakukan ini pada bulan Juni – saya pikir itu semua prematur. Saya pikir tidak ada yang bisa membuat keputusan yang tepat sekarang.”

Menurut Cuomo, jumlah kematian mulai stabil, meskipun pada “tingkat yang sangat tinggi” — 758 orang meninggal dalam 24 jam terakhir. Jumlah korban tewas tetap pada angka 700-an selama beberapa hari terakhir.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA

Related posts