Mike Tyson jelang laga hadapi Roy Jones Jr mengenang rekor juara tinju kelas berat saat dibebani ‘vampir emosional’

Mike Tyson jelang laga hadapi Roy Jones Jr mengenang rekor juara tinju kelas berat saat dibebani 'vampir emosional'

Mike Tyson akan kembali naik ring pada Sabtu (28/11) waktu setempat atau Minggu (29/11) waktu Indonesia. Ia akan melawan juara dunia empat kelas, Roy Jones Jr, dalam pertandingan eksibisi di Las Vegas, AS.

Dalam rekam jejaknya, Tyson aktif bertinju pada periode 1985-2005. Pertandingan terakhir Tyson di ring tinju profesional adalah ketika ia berhadapan dengan Kevin McBride pada 11 Juni 2005. Saat itu ia mundur sebelum ronde ketujuh.

Sedangkan pertandingan terakhir Jones Jr adalah pada Februari 2018, saat ia mengalahkan Scott Sigmon.

Awalnya duel Tyson versus Jones Jr akan digelar pada 12 September 2020, tapi lalu ditunda untuk memaksimalkan pendapatan.

Rencana duel mereka menimbulkan pertanyaan apakah pertandingan eksibisi ini menjadi pertandingan yang sesungguhnya atau hanya akan menjadi hiburan. Mike Tyson berusia 54 tahun dan Jones Jr berumur 51 tahun saat mereka bertanding pada Sabtu nanti.

Mike Costello, komentator pertandingan tinju mengatakan, ” Saya tertarik melihat dua orang tua ini akan bertanding, keduanya merupakan ‘pahlawan’ dengan caranya masing-masing. Namun salah satu di antara keduanya dapat terluka dan itu akan berdampak negatif. Itulah kekhawatiran saya atas pertandingan ini.”

Berikut rekam jejak keduanya:

Keterangan gambar,

Roy Jones Jr (kiri) dan Mike Tyson akan bertarung dalam delapan ronde.

Mike Tyson

  • 58 pertarungan
  • 50 kali menang KO
  • 6 kali kalah
  • 2 kali no contest

Roy Jones Jr

  • 75 pertarungan
  • 47 kali menang KO
  • 9 kali kalah
Keterangan video,

‘Anybody who says heavyweight is a bad division is jealous’

Di tengah persiapan menghadapi pertarungan dengan Roy Jones Jr, Mike Tyson mengatakan gelar juara dunia datang terlalu cepat. Ia menjadi juara kelas berat termuda dalam sejarah. Usia Tyson saat meraih gelar itu baru 20 tahun.

Tyson menyebut rekornya di puncak tinju kelas berat dunia datang terlalu dini dalam hidupnya ketika ia dibebani oleh “vampir emosional”.

Pertarungan antara Tyson melawan Roy Jones Jr membangkitkan rasa penasaran apa yang akan terjadi dan bagaimana performa Tyson yang menyandang predikat sebagai juara kelas berat termuda.

“Saya rasa Roy bisa menahan sedikit tamparan,” kata Tyson.

“Pertandingan nanti akan sangat panas.”

Keterangan gambar,

Mike Tyson meraih gelar juara kelas berat pada usia 20 tahun.

Pihak penyelenggara menyatakan Tyson dan Jones Jr akan mengenakan sarung tinju 12oz. Kemudian laga akan berlangsung sebanyak delapan ronde, yang setiap rondenya berdurasi dua menit bukan tiga menit. Keduanya dianjurkan “tidak mengincar knockout”.

Dalam sebuah wawancara pada akhir Oktober 2020 ketika keduanya bertemu di Los Angeles, baik Tyson maupun Jones Jr menyatakan mereka lebih suka bertanding dengan durasi tiga menit per ronde.

“Saya sama sekali tidak senang. Itu untuk perempuan. Kenapa kita melakukan ronde dua menit?” kata Jones.

“Saya yakin mereka punya alasan untuk melakukannya. Tapi tahukah Anda, perempuan bertanding selama dua menit,” tambah Tyson.

Keterangan video,

Two-minute rounds are ‘for women’, say Mike Tyson and Roy Jones Jr

Pertarungan tinju profesional untuk pria biasanya berlangsung selama tiga menit per ronde.

Perhelatan ini tampaknya diadakan untuk memuaskan rasa penasaran melihat Tyson di atas ring melawan Jones—mantan juara dunia empat kelas—ketimbang menjadi sarana bagi keduanya untuk bertarung lagi di masa mendatang.

Laga ini mengingatkan kembali masyarakat tentang masa lalu Tyson, termasuk gelar dunianya pada 1986, pemenjaraannya karena kasus pemerkosaan enam tahun kemudian, serta masalah keuangan dan obat-obatan terlarang yang di kemudian hari didokumentasikan dengan baik.

“Masa terbaik dalam hidup saya mungkin tepat sebelum saya memenangkan gelar,” kata Tyson kepada Hearn.

“Ketika saya memenangkan gelar, situasi menjadi rumit. Itu bukan waktu yang tepat bagi saya. Saya memiliki terlalu banyak vampir emosional di sekitar saya.”

‘Saya bisa melindungi diri saya sekarang’

Hearn dalam podcastnya menyoroti bagaimana Tyson berbicara kepada orang-orang dari budaya populer mengenai kualitas utama yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan.

Tyson, yang mengaku mulai berkelahi ketika sekelompok pria mencoba mencuri merpati yang ia kumpulkan semasa kanak-kanak, telah lama menyanjung bimbingan yang ia terima dari Cus D’Amato, pelatih sekaligus manajernya.

Tyson yakin mendiang pelatihnya itu menawarkan arahan tepat pada waktunya dalam hidupnya. Meski demikian, menurut Tyson, baru dalam beberapa tahun terakhir inilah ia belajar bagaimana benar-benar mengendalikan sejumlah perilaku yang terbentuk saat tumbuh besar di Brownsville, New York.

“Anak itu selalu ada dalam diri saya,” tambah Tyson. “Sekarang saya tahu bagaimana memperlakukannya, bagaimana melindunginya. Saya tidak melindunginya saat saya masuk penjara dan semua hal gila terjadi.

“Hal terbaik yang dapat terjadi pada pria atau perempuan mana pun adalah memiliki sosok teladan yang rajin dan peduli pada mereka. Perasaan itu harus dapat dirasakan satu sama lain. Tujuan Anda harus membuat mereka bahagia – menjadi lelaki yang mereka butuhkan.

“Coba pikirkan akan ada di mana saya tanpa tinju. Saya bahkan tidak ingin memikirkan akan seperti apa saya tanpa olahraga yang indah ini.

“Saya hidup dengan bertanggung jawab, hadir. Itulah tentang saya sekarang.”

Related posts