Rekonstruksi penembakan, polisi sebut dua anggota FPI tewas dalam baku tembak

Rekonstruksi penembakan, polisi sebut dua anggota FPI tewas dalam baku tembak

Keterangan gambar,

Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12) dini hari.

Sebanyak dua dari enam anggota Front Pembela Islam (FPI) meninggal dunia akibat baku tembak dengan polisi di Jalan Interchange Karawang Barat, sebelum memasuki jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal itu terungkap melalui rangkaian rekonstruksi yang digelar Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (14/12) dini hari WIB.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan sejak rekonstruksi di titik pertama petugas sudah mendapat serangan dari kelompok FPI.

Atas hal tersebut, kata Argo, petugas membalas dan melakukan tindakan tegas terukur.

Akan tetapi, klaim baku tembak itu sebelumnya sudah dibantah Sekretaris Umum FPI Munarman yang mengatakan pihaknya tidak pernah memakai senjata api.

Adapun empat anggota FPI lainnya tewas setelah disebut berusaha menyerang petugas saat akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

Keterangan gambar,

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12).

Ada berapa TKP dalam rekonstruksi?

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, ada empat Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam rangkaian rekonstruksi untuk menggambarkan peristiwa pada 7 Desember 2020.

“Dalam proses rekonstruksi malam ini setidaknya ada 58 adegan rekonstruksi,” kata Argo saat meninjau langsung proses rekonstruksi, Senin (14/12) dini hari.

Di TKP 1, menurut Argo, yang terletak di depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional, para penyidik menampilkan setidaknya sembilan adegan.

Kemudian di TKP 2 selepas bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50 terdapat empat adegan.

TKP ketiga adalah Rest Area KM 50 yang terdapat 31 adegan rekonstruksi.

Di TKP terakhir yakni, Tol Japek selepas Rest Area KM 50 hingga KM 51 200, penyidik memperagakan 14 adegan.

Keterangan gambar,

Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12) dini hari.

Bagaimana rangkaian kejadian berlangsung?

Pada acara rekonstruksi yang diliput sejumlah media nasional itu, diperagakan dua mobil yang ditumpangi anggota FPI memepet kendaraan polisi pada TKP pertama di antara gerbang selamat datang di Karawang dan Bundaran Hotel Novotel.

Salah satu mobil kemudian menabrak sisi kiri mobil petugas dan melarikan diri. Adegan selanjutnya memperagakan empat anggota FPI turun dari mobil dan melakukan penyerangan kepada polisi.

Berikutnya, polisi melepaskan tembakan peringatan ke atas dan berteriak bahwa mereka polisi. Kemudian, polisi meminta anggota FPI agar tidak bergerak.

Setelah menyerang petugas, empat anggota FPI masuk ke dalam mobil. Namun, dua lainnya menembak ke arah petugas dengan senjata api sebanyak tiga kali.

Pada saat bersamaan, seorang petugas menembak ke arah mobil Chevrolet warna abu-abu yang ditumpangi anggota FPI. Kemudian, anggota FPI yang melakukan penembakan masuk ke mobil dan kembali melajukan kendaraan.

Kemudian di Jembatan Badami, diperagakan saat petugas berupaya menyalip mobil anggota FPI dari sisi sebelah kiri.

Aksi penembakan masih berlanjut di lokasi ini.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal (Brigjen), Andi Rian Djajadi, mengatakan kedua anggota FPI tersebut terluka dalam baku tembak di Jembatan Badami.

“Di dalam proses pengejaran terlihat gelagat dari pelaku yang mencoba mengerahkan tembakan kepada petugas daripada didahului, anggota (lalu) melakukan tindakan tegas,” ujar Andi.

Kemudian, pada TKP ketiga, ban mobil anggota FPI kempis saat memasuki rest area Kilometer 50 Tol Jakarta-Cikampek. Mobil tersebut teradang kendaraan yang tengah parkir sehingga tak bisa kabur.

Empat orang pelaku tak berkutik dan menuruti perintah petugas untuk keluar dari dalam mobil dan tengkurap dengan wajah menghadap tanah. Mereka kemudian digeledah.

Dua pelaku lainnya berada di dalam mobil dengan kondisi sudah meninggal dunia.

Selain itu, petugas juga melakukan penggeledahan di dalam mobil pelaku, hingga ditemukan satu buah senjata api beserta 10 amunisi, satu buah ketapel beserta 10 kelereng, satu tongkat berujung runcing, serta beberapa senjata tajam jenis clurit dan pedang.

Dua anggota FPI lainnya yang sudah tewas kemudian dipindahkan ke mobil petugas. Sementara empat lainnya dibawa ke Polda Metro Jaya dengan mobil petugas yang menyusul ke rest area Kilometer 50.

Keterangan gambar,

Sejumlah anggota tim penyidik Bareskrim Polri memperagakan adegan saat rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12).

Bagaimana empat lainnya meninggal dunia?

Sekitar satu kilometer selepas rest area, sebagaimana diperagakan dalam rekonstruksi, empat pelaku berusaha menyerang petugas saat akan dibawa petugas ke Mapolda Metro Jaya.

Diketahui keempatnya berada di bagian belakang mobil Daihatsu Xenia yang dikendarai petugas.

Di dalam mobil, pelaku disebut menyerang petugas dengan berusaha mencekik dan merebut senjata milik petugas.

Di lokasi kejadian keempat tersebut, petugas diklaim terpaksa menembak para pelaku hingga meninggal dunia.

“Upaya dari penyidik untuk melakukan pembelaan, sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian.

Keempat anggota FPI tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Apa klaim FPI?

Dalam keterangan sebelumnya, Sekretaris Umum FPI Munarman mengatakan pihaknya tidak pernah memakai senjata api.

“Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa dengan tangan kosong. Kalau betul itu, tolong dicek, nomor registrasi senjata apinya, pelurunya, semua tercatat,” kata Munarman.

“Cek saja! Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses ke senjata api. Dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap,” tambahnya.

Keluarga pengikut Rizieq Shihab yang ditembak di Tol Jakarta-Cikampek Km 50 Senin (07/12) lalu mengadukan insiden penembakan itu ke Komisi III DPR (10/12).

Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dipimpin politisi Gerindra Desmond Mahesa itu, perwakilan keluarga mereka yang ditembak meminta DPR mengupayakan “keadilan” bagi para anggota FPI yang tewas itu.

Kuasa Hukum FPI Aziz Yanuar, yang juga hadir di rapat itu mengatakan bahwa pihaknya menyimpan bukti-bukti terkait apa yang terjadi.

“Dokumentasi alhamdulillah kita menyimpan lengkap. Video, foto, dengan akurasi yang sangat lengkap, Insya Allah jika terbuka untuk kita publish dan kita cross check untuk membuka tabir ini kita siap,” ujarnya.

Related posts