2020: Kilas balik sembilan momen penting yang mengubah Asia, selain Covid-19

2020: Kilas balik sembilan momen penting yang mengubah Asia, selain Covid-19
  • Preeti Jha
  • BBC News

Tidak banyak tahun yang begitu terikat dengan satu peristiwa. Namun 2020 adalah salah satunya, seluruh dunia identik dengan pandemi Covid-19.

Namun ada banyak hal yang terjadi dalam 12 bulan ke belakang selain virus corona.

Kami menengok kembali momen-momen istimewa dari Asia yang (hampir) tidak ada hubungannya dengan Covid-19.

24 Februari 2020: Kerusuhan masyarakat terburuk di Delhi dalam puluhan tahun

Foto seorang pria Muslim yang dipukuli babak belur oleh sekelompok orang Hindu ini menjadi gambar yang paling menjelaskan kerusuhan berbasis agama di Delhi pada Februari.

“Tidak ada orang yang melihat foto itu berpikir saya akan bertahan hidup,” kata Muhammad Zubari, dengan kepala yang masih terbalut perban, kepada BBC setelah pulang dari rumah sakit.

Serangan tersebut, yang terjadi dalam unjuk rasa menentang undang-undang kewarganegaraan baru, meninggalkannya dalam keadaan nyaris mati.

Namun meskipun terluka parah, pria berusia 37 tahun itu selamat.

Namun Zubair berkata ia masih tetap percaya pada kemanusiaan.

“Orang-orang yang melakukan tindakan seburuk itu tidak berasal dari agama manapun,” ujarnya.

16 Juni 2020: Ketika harapan akan perdamaian dua Korea hancur-lebur

Kantor penghubung antar-Korea pernah menjadi simbol harapan untuk era baru perdamaian.

Kantor yang didirikan dua tahun lalu itu memungkinkan dua Korea untuk berbicara secara langsung, untuk pertama kalinya sejak Perang Korea.

Pyongyang mengatakan bahwa mereka ingin “sampah manusia dan mereka yang melindungi sampah itu membayar mahal atas kejahatan mereka”.

Itu merujuk pada para pembelot di Korea Selatan, yang selama bertahun-tahun mengirim leaflet propaganda ke Korea Utara, biasanya dengan balon atau botol yang dihanyutkan di sungai.

Bangunan itu sendiri – yag diluncurkan dengan meriah pada 2018 di sisi Pyongyang dari perbatasan yang dijaga ketat oleh militer – telah kosong sejak Januari karena Covid-19.

Namun ledakan yang dramatis dan diatur dengan hati-hati itu masih bergema di seluruh penjuru dunia.

Itu pertanda jelas kemarahan Pyongyang dan, seperti kata seorang analis, menandai “titik balik yang beralamat buruk bagi dua negara yang bertetangga itu”.

10 Agustus 2020: Penangkapan dan penggerebekan aktivis di Hong Kong

Bagi banyak warga Hong Kong, Jimmy Lai adalah pahlawan, taipan langka yang berani menantang pengaruh Beijing yang semakin besar.

Itulah mengapa penggerebekan di kantor surat kabarnya Apple Daily – surat kabar pro-demokrasi terbesar di Hong Kong – mengejutkan kota itu.

Lebih dari 200 orang petugas polisi menggeledah kantor surat kabarnya sedangkan Lai digiring melewati ruang redaksi dalam adegan yang disiarkan langsung oleh para reporternya.

Keesokan paginya warga Hong Kong mengantre di kios-kios berita di seluruh kota untuk membeli tabloid tersebut, yang dalam tajuk utamanya menyatakan bersumpah untuk “terus berjuang”.

Awal bulan ini Lai secara resmi didakwa membahayakan keamanan nasional. Ia dibawa ke pengadilan dengan tangan diikat borgol dan rantai logam.

10 Agustus 2020: Manifesto yang menghancurkan hal paling tabu di Thailand

Perempuan itu melangkah ke atas panggung melalui asap dari es kering-dry ice, disambut dengan sorak sorai ribuan mahasiswa di salah satu universitas paling bergengsi di Thailand.

Namun kedatangannya tidak se-spektakuler yang ia katakan setelahnya.

Dengan menuntut reformasi institusi yang telah lama dianggap tak tersentuh – dilindungi dari kritik oleh hukum lese-majeste yang keras – ia mengubah gerakan protes Thailand.

“Tidak ada di dunia ini yang terlahir dengan darah biru. Beberapa orang mungkin lebih beruntung dari yang lain, tapi tidak ada yang terlahir lebih mulia dari yang lain,” kata perempuan berusia 21 tahun itu.

Pidatonya tidak didengar sebagian besar dunia – namun di Thailand, ia menggetarkan jiwa.

Baru sepekan sebelumnya rekan Panusaya-sesama aktivis, Anon Nampa, pengacara hak asasi manusia, menjadi orang pertama yang melanggar tabu dengan pidato di unjuk rasa pro-demokrasi.

Namun manifesto yang dibacakan Panusaya-lah yang mendorong pertanyaan-pertanyaan tak terungkapkan tentang kekayaan dan kekuasaan raja Thailand ke garis depan gerakan yang dipimpin mahasiswa.

Bulan lalu, mahasiswi ini adalah salah satu dari puluhan aktivis muda yang didakwa menghina kerajaan – dan menghadapi hukuman 15 tahun penjara.

15 Agustus 2020: Kerumunan dalam pesta meriah yang mengejutkan dunia

Mungkin Anda tak akan pernah mengira akan menyaksikan pesta besar-besaran di tempat ini.

Tanpa masker, tanpa menjaga jarak.

Di kota tempat virus corona pertama kali muncul beberapa bulan sebelumnya, transmisi virus secara lokal telah mencapai nol.

Kehidupan tampak kembali normal. Bioskop, museum, dan taman hiburan dibuka kembali, jauh dari pemandangan jalanan yang sunyi ketika lockdown pertama di Wuhan, yang waktu itu adalah hal yang sama sekali baru.

Namun orang-orang menyaksikan kolam yang penuh sesak dengan rasa kagum bercampur cemas, terutama di negara-negara tempat virus masih menyebar.

China, yang sudah mengendalikan Covid-19, tak seperti banyak negara barat, menggunakan kesempatan itu untuk menunjukkan sesuatu.

16 Oktober 2020: Perlakuan terhadap seorang ibu yang mengundang kemarahan warga Filipina

Seorang ibu berlutut di hadapan jenazah bayinya yang baru lahir untuk mengucapkan selamat tinggal – tangannya diborgol dan tubuhnya ditutupi alat pelindung diri (APD) dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Potret Reina Mae Nasino – tahanan politik yang dibebaskan dari penjara untuk menghadiri pemakaman bayinya – telah mengundang amarah warga Filipina.

Bayi bernama River itu terlahir dalam tahanan, dipisahkan dari ibunya di usia hanya lewat sebulan meskipun telah banyak permohonan dan gugatan hukum yang diajukan supaya keduanya bisa tetap bersama.

Kesehatan Nasino memburuk tak lama kemudian, tapi bahkan saat dirawat di rumah sakit pun Nasino tidak diizinkan untuk melihat bayinya.

Kali berikutnya ia melihat River adalah saat pemakamannya – bayi yang baru berusia tiga bulan itu meninggal dunia karena pneumonia pada bulan Oktober.

Kasus ini telah memunculkan pertanyaan kritis mengenai hak para ibu Filipina dalam tahanan dan memicu kemarahan yang meluas – dengan banyak orang mengatakan bahwa negara telah gagal membantu Nasino dan anaknya.

23 Oktober 2020: Seekor Komodo ‘menghadang’ truk di pulau Rinca, NTT

Foto Komodo berhadapan dengan truk konstruksi ini menjadi viral di bulan Oktober.

Lokasi tersebut merupakan satu dari sedikit pulau di Indonesia tempat kadal terbesar dunia itu diduga telah berkeliaran selama jutaan tahun.

“Untuk pertama kalinya komodo-komodo ini mendengar deru mesin-mesin mobil dan menghirup bau asapnya,” tulis aktivis yang membagikan foto tersebut. “Masih adakah yang peduli dengan konservasi?”

Pemerintah Indonesia menanggapi dengan meyakinkan publik bahwa tidak ada komodo yang akan dilukai dalam upaya mereka mendongkrak turisme ke pulau tersebut. Namun sebagian ahli lingkungan tetap khawatir dengan perubahan di habitat kuno kadal purba itu.

30 Oktober 2020: Pasangan sesama jenis pertama ikut serta dalam pernikahan massal militer di Taiwan

Momen bersejarah ini terjadi setahun setelah Taiwan melegalkan pernikahan sesama jenis – satu-satunya tempat di Asia yang melakukannya.

“Kami berharap lebih banyak orang LGBT di militer bisa berdiri dengan berani, karena militer kami sangat berpikiran terbuka. Dalam urusan cinta, semuanya akan diperlakukan setara,” kata Chen Ying-shuan, letnan tentara yang menikahi Li Li Chen, kepada kantor berita AP.

Mereka adalah satu dari dua pasangan lesbian yang menikah dalam upacara militer yang menikahkan total 188 pasangan.

Mayor Wang Yi dan istrinya Meng You-mei adalah pasangan lainnya, masing-masing membawa bendera pelangi – disebut bendera pride – selama upacara.

Orang tua Meng tidak hadir, namun baik orang tua Wang dan keluarganya datang mendukung pasangan tersebut.

“Saya sungguh merasa ini terobosan besar bagi militer,” kata ibu Wang kepada AP. “Barangkali bagi pasangan heteroseksual, ini [pernikahan] hanya selembar kertas, tapi ini sangat penting bagi pasangan gay.”

17 November 2020: Bebek karet menjadi tameng di jalanan kota Bangkok

Gerakan demokrasi yang dipimpin pemuda Thailand memang terkenal karena kreativitasnya.

Tidak banyak penanda protes yang lebih sureal atau berwarna-warni daripada bebek karet kuning yang pertama kali muncul di jalanan kota Bangkok pada November.

Bebek-bebek karet ini awalnya hanya untuk bersenang-senang, kata seorang aktivis kepada kantor berita Reuters.

Tapi debut mereka dalam pawai di luar parlemen Thailand kebetulan bertepatan dengan kekerasan terburuk yang terlihat sejak gelombang terbaru demonstrasi ini dimulai pada Juli.

Ketika polisi menembakkan meriam air ke pengunjuk rasa pada 17 November, mereka menggunakan bebek karet sebagai tameng dadakan.

Si bebek terbukti lebih efektif daripada payung, kata seorang pengamat.

Tapi mereka juga telah mengembangkan simbol dan strategi mereka sendiri.

Pada pawai keesokan harinya, bebek-bebek karet kembali bermunculan. Mereka segera mendapat status maskot dan telah terlihat di berbagai aksi protes sejak itu.

27 November 2020: Foto di pusat aksi protes petani India

Foto seorang polisi paramiliter mengayunkan tongkatnya pada seorang petani Sikh yang sudah tua dan tak bersenjata telah memicu perdebatan sengit di India.

Foto itu segera menjadi pusat pergolakan politik juga.

Para politikus oposisi menyoroti gambar tersebut untuk mengkritik perlakuan terhadap para pengunjuk rasa, sementara Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa mengklaim – yang keliru – bahwa si petani tidak dipukul.

Tak lama kemudian media India melacak Sukhdev Singh, petani dalam foto itu. Ia mengatakan kepada media bahwa ia mengalami banyak pukulan di lengan, punggung, dan betisnya.

Sebuah twit dari kepala divisi media sosial BJP yang berusaha mendiskreditkan foto tersebut kemudian diprotes di Twitter – yang menurut pers lokal pertama kalinya terjadi di India – sebagai “media yang dimanipulasi”.

Semua foto memiliki hak cipta.

Related posts