Omegle: Anak-anak yang ‘memeragakan aksi seksual’ di situs obrolan video di hadapan orang-orang tak dikenal

  • Joe Tidy
  • Reporter bidang siber

Peringatan: Artikel ini memuat konten untuk orang dewasa yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan

Investigasi BBC terhadap Omegle, sebuah situs obrolan video dan teks langsung, mengungkap adanya sejumlah anak laki-laki praremaja yang memegang alat kelamin mereka di depan orang-orang tak dikenal melalui sambungan video secara daring.

Omegle adalah situs web yang menghubungkan orang-orang secara acak untuk berbicara melalui video maupun teks secara virtual. Omegle mengklaim ada moderator dalam layanan tersebut. Akan tetapi, situs itu memiliki reputasi terkait konten yang tak terduga dan mengejutkan.

Para kelompok perlindungan anak global semakin khawatir adanya predator yang menggunakan situs itu untuk mengumpulkan materi pelecehan seksual anak buatan anak-anak.

Pendiri situs web tersebut, Leif K Brooks, mengatakan kepada BBC bahwa situsnya telah meningkatkan upaya moderasi dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut penelitian baru yang dikumpulkan oleh analis data Semrush, Omegle tumbuh secara global dari sekitar 34 juta kunjungan sebulan pada Januari 2020 menjadi 65 juta pada Januari 2021.

Keterangan gambar,

Dalam waktu dua jam, BBC terhubung secara acak dengan 12 pria yang sedang masturbasi, delapan pria telanjang dan tujuh iklan pornografi.

Minat terhadap situs itu meningkat, khususnya di Amerika Serikat, Inggris, India, dan Meksiko.

Di Inggris, aktivitas situs itu meningkat sebesar 61%, dengan 3,7 juta kunjungan pada bulan Desember.

Sebagian besar adalah orang yang berusia di bawah 34 tahun – banyak dari mereka adalah remaja.

Omegle telah menjadi sorotan dalam video-video viral terbaru oleh sejumlah influencer media sosial populer termasuk KSI, Charli D’Amelio, James Charles, dan Emma Chamberlain.

Keterangan gambar,

Video-video tentang Omegle sudah dilihat lebih dari 9,4 miliar kali di TikTok.

Di TikTok, video-video dengan tagar “Omegle” telah ditonton lebih dari 9,4 miliar kali.

Tiktok mengatakan kepada BBC bahwa, sebagai hasil dari penyelidikan kami, sekarang mereka melarang berbagi tautan yang membawa para pengguna ke Omegle.

Perusahaan itu mengatakan tim keamanannya belum menemukan konten Omegle yang berbahaya di platformnya namun akan terus memantau video-video itu.

‘Laki-laki yang menjijikkan’

“Sekarang menjadi sebuah tren di TikTok bahwa semua orang menggunakan Omegle, jadi saya dan teman-teman saya berpikir kami akan kembali ke sana,” kata Keira, yang berusia 15 tahun dan berasal dari AS, dalam obrolan video di situs itu.

“Laki-laki yang menjijikkan adalah yang sering saya dan teman-teman saya lihat. Seharusnya dipantau dengan lebih baik. Ini seperti bagian gelap internet tetapi terbuka untuk semua orang.”

Dalam enam bulan terakhir, banyak sekolah, kepolisian, dan lembaga pemerintah telah mengeluarkan peringatan tentang situs tersebut di Inggris, AS, Norwegia, Prancis, Kanada, dan Australia.

Keterangan gambar,

Tidak ada proses verifikasi usia atau pendaftaran diperlukan untuk bergabung dalam obrolan video.

Selama sekitar 10 jam kami memantau Omegle, kami dipasangkan dengan puluhan anak di bawah umur 18 tahun, dan beberapa di antaranya tampak berusia tujuh atau delapan tahun.

Omegle menyatakan bahwa pengguna harus berusia 18 tahun ke atas, tetapi tidak ada proses verifikasi usia.

Hanya dalam satu periode dua jam saja, kami terhubung secara acak dengan 12 pria yang sedang masturbasi, delapan pria telanjang, dan tujuh iklan pornografi.

Ada juga opsi untuk mencari pasangan berdasarkan minat, misalnya “sepak bola” atau “film”.

Saat kami memasukkan satu kata kunci umum yang berkaitan dengan materi dewasa, kami lebih sering dipasangkan dengan orang-orang yang terlibat dalam aktivitas tak senonoh.

Anak-anak yang melakukan tindakan seks

Kami juga dipasangkan secara acak dua kali dengan orang-orang yang tampak seperti anak laki-laki praremaja sedang masturbasi dalam siaran langsung di obrolan video.

Salah satu dari mereka mengidentifikasi dirinya berusia 14 tahun.

Kejadian ini tidak direkam, dan kami mengakhiri kedua obrolan dengan cepat sebelum melaporkannya ke pihak berwenang.

Keterangan gambar,

Child protection charities say Omegle is being used by groomers to gather child abuse material

Seorang juru bicara dari Pusat Nasional untuk Anak-anak yang Hilang dan Dieksploitasi di Amerika Serikat mengatakan: “Kecepatan Anda menemukan materi yang kemungkinan pelecehan seksual terhadap anak harus menggarisbawahi perlunya verifikasi usia di platform media sosial.”

Brooks, pemilik Omegle, mengatakan bahwa dia sekarang telah memblokir penggunaan kata kunci tersebut, tetapi BBC belum dapat memverifikasi ini.

‘Materi pelecehan yang dihasilkan sendiri’

Internet Watch Foundation (IWF), organisasi yang bertanggung jawab untuk menemukan dan menghapus gambar dan video pelecehan seksual terhadap anak-anak di internet, mengatakan bahwa hasil penyelidikan kami meresahkan tetapi memang sesuai tren baru-baru ini.

“Kami menemukan materi pelecehan yang dihasilkan sendiri di tempat-tempat lain di internet yang dibuat oleh predator yang telah menangkap dan mendistribusikan rekaman dari Omegle,” kata Chris Hughes, direktur layananhotline di yayasan tersebut.

“Beberapa video yang kami lihat menunjukkan para individu yang melakukan penetrasi sendiri di webcam, dan jenis aktivitas ini terjadi dalam lingkungan rumah tangga yang sering kali kami tahu ada kehadiran orang tua. Ada percakapan yang dapat Anda dengar, bahkan anak-anak yang diminta turun untuk makan.”

Pada tahun 2020, IWF mengatakan para analis menindak 68.000 laporan yang ditandai sebagai konten yang termasuk pelecehan seksual anak yang “dibuat sendiri” – peningkatan sebesar 77% dari tahun sebelumnya.

Keterangan gambar,

Leif K Brooks mendirikan Omegle saat ia berusia 18 tahun dan masih menjadi pemilik situs itu.

Salah satu orang tua di Inggris yang kami ajak bicara, mengatakan putrinya yang berusia delapan tahun hampir dipaksa melakukan aktivitas seksual dengan pria yang lebih tua di situs web itu.

Dia mengatakan kepada BBC: “Putri saya telah melihat beberapa video menjadi viral di TikTok tentang orang-orang yang ada di Omegle ini, jadi dia menjelajahi situs ini dan tidak ada log-in atau batasan usia atau apa pun.

“Orang-orang ini mengatakan dia cantik, menarik, seksi. Dia mengatakan kepada mereka bahwa dia baru berusia delapan tahun dan mereka baik-baik saja dengan itu. Dia menyaksikan seorang pria sedang masturbasi dan pria lain ingin bermain truth or dare dengannya.

“Dia memintanya untuk menggoyangkan pantatnya, melepas atasan dan celananya, yang untungnya tidak dilakukannya.”

Anggota Parlemen Julian Knight, ketua Komite Pemilihan Digital, Budaya, Media dan Olahraga di House of Commons, mengatakan masalah Omegle menyoroti perlunya lebih banyak undang-undang di Inggris.

“Saya sangat terkejut. Situs semacam ini harus melaksanakan tanggung jawabnya dengan serius. Yang perlu kami lakukan adalah memiliki serangkaian denda dan bahkan berpotensi mengganggu bisnis jika perlu, yang akan melibatkan pemblokiran situs web yang tidak menawarkan perlindungan sama sekali kepada anak-anak.”

Selama tiga bulan, BBC mencoba menghubungi Omegle dan pendiri Leif K Brooks beberapa kali untuk memberikan komentar.

Tidak ada cara untuk menghubungi Omegle melalui situs webnya atau di tempat lain secara daring.

Melacak Leif K Brooks

Brooks tidak berbicara secara terbuka tentang Omegle selama beberapa tahun.

Setelah enam email ke perusahaan terpisah dimana dia adalah salah satu dari pendirinya – Octane AI – dia akhirnya merespons.

Dia mengatakan bahwa situsnya dimoderasi dan bahwa timnya memblokir pengguna yang “tampaknya berusia di bawah 13 tahun”.

Dia juga mengatakan dalam email bahwa dia telah memperluas upaya pemantauan pada tahun 2020.

“Meskipun kesempurnaan mungkin tidak dapat dicapai, moderasi Omegle membuat situs tersebut secara signifikan lebih bersih, dan juga menghasilkan laporan yang mengarah pada penangkapan dan penuntutan banyak predator,” katanya.

Dia juga mengklaim bahwa iklan pornografi di situs tersebut dibatasi usia tetapi dia tidak memberikan penjelasan tentang bagaimana hal itu mungkin terjadi tanpa verifikasi usia.

Dia menggambarkan iklan pornografi eksplisit ini sebagai “tertutup” dan mengatakan bahwa menampilkannya adalah “situasi umum dimana kehidupan menyodorkan hal-hal yang tidak menyenangkan”.

Keterangan gambar,

Brooks saat acara bersama staf dengan perusahaan terpisah yang ia dirikan – Octane AI.

“Omegle tidak dimaksudkan untuk kepentingan cabul, dan ketika orang dewasa mengunjungi Omegle dengan maksud itu, masuk akal untuk mengarahkan mereka ke tempat yang lebih cocok,” katanya.

Brooks tidak menanggapi pertanyaan lebih lanjut.

Related posts