Israel kembali gempur Gaza setelah kelompok Palestina terbangkan balon-balon api

israel-kembali-gempur-gaza-setelah-kelompok-palestina-terbangkan-balon-balon-api-12

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar,

Asap dan api terlihat setelah Israel melancarkan serangan udara di utara Jalur Gaza.

Militer Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Kamis malam (17/06) setelah kelompok Palestina kembali mengirimkan balon-balon api ke arah Israel.

Serangan udara ini merupakan gempuran kedua dalam tiga hari setelah sejumlah balon-balon pemicu kebakaran diterbangkan.

Kekerasan ini akan semakin mengancam gencatan senjata yang berlaku sejak 21 Mei, menyusul 11 hari pertempuran antara Israel dan kelompok di Gaza.

Serangan udara pekan ini adalah yang pertama di bawah pemerintahan Perdana Menteri baru Israel, Naftali Bennett, yang koalisinya menggantikan Benjamin Netanyahu pada Minggu (14/06).

Belum ada laporan tentang korban jiwa.

Baca juga:

Serangan sebelumnya pada hari Selasa (15/06) memicu kebakaran di 20 titik di kawasan Israel selatan pada Selasa.

Hamas mengatakan balon-balon api ini dikirim ke wilayah Israel sebagai balasan atas aksi kelompok nasionalis Israel di kawasan pendudukan Yerusalem Timur.

Apa yang kita ketahui tentang serangan terbaru ini?

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan serangan tersebut menghantam markas militer dan lokasi peluncuran roket milik Hamas, kelompok militan yang menguasai Gaza. Mereka mengatakan sasaran serangan terletak di Kota Gaza dan Khan Younis, di Gaza selatan.

IDF menyebutnya sebagai serangan balasan untuk peluncuran “balon-balon api” ke kota-kota Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok di Gaza telah beberapa kali mengirim balon helium dan layang-layang yang membawa wadah berisi bahan bakar dan alat peledak melintasi perbatasan ke arah Israel.

Balon-balon tersebut telah mengakibatkan ratusan kebakaran di Israel, membakar ribuan hektare hutan dan lahan pertanian.

Keterangan gambar,

Militan Palestina kerap menerbangkan balon yang membawa alat pembakar ke arah Israel (gambar stok – diambil pada Agustus 2020).

Kelompok Hamas merespons serangan jet Israel dengan menembakkan senapan mesin, lansir kantor berita AFP.

Sirene peringatan roket berbunyi di permukiman-permukiman Israel di perbatasan – namun sumber keamanan berkata kepada BBC tidak ada roket yang ditembakkan ke Gaza, dan pemicunya adalah tembakan senjata terhadap dron militer.

Pengingat akan gencatan senjata yang rapuh

Rushdi Abu Alouf, BBC News, Kota Gaza

Serangan udara baru-baru ini mengingatkan penduduk kota, yang berusaha untuk pulih dari pertempuran, tentang rapuhnya gencatan senjata yang terjadi.

Bukan hanya suara ledakan yang mengingatkan orang akan perang di sini.

Anda hanya perlu mengemudikan mobil atau berjalan di jalanan kota untuk menyaksikan skala kehancuran yang telah menimpa kota tersebut. Berton-ton puing masih menghalangi jalan-jalan utama di jantung Gaza.

Seorang pedagang kaki lima lokal, Abu Muhammad, menjual kacang di gerobak kecil di lingkungan Rimal, menyaksikan kekerasan yang terjadi sebelumnya.

Dia memberi tahu saya: “Kami tidak bisa lagi mentolerir lebih banyak perang. Pandemi virus corona menghentikan pekerjaan kami selama berbulan-bulan, dan perang terakhir menyebabkan kerugian besar, saya tidak bisa lagi memberi makan enam anak saya.”

Seorang tetangga, yang tinggal di dekat situs militer Hamas yang terkena serangan terakhir, mengatakan kepada saya melalui telepon bahwa ia merasa takut melihat gumpalan asap.

Apa yang terjadi pada pawai di Yerusalem?

Keterangan gambar,

Balon api menyebabkan kebakaran di 20 titik di wilayah Israel selatan.

Lebih dari 30 pengunjuk rasa Palestina terluka dan 17 orang ditangkap pada hari Selasa ketika polisi Israel membersihkan daerah Yerusalem Timur untuk pawai.

Mereka menembakkan granat kejut dan peluru karet.

Video di media sosial menunjukkan beberapa demonstran Israel meneriakkan “matilah orang-orang Arab” kepada penduduk Palestina.

Keterangan gambar,

Penyelenggara acara ini berkata mereka telah mendapat izin untuk menggelar pawai.

Pawai bendera Hari Yerusalem adalah acara tahunan yang menandai penaklukan Israel atas Yerusalem Timur – rumah bagi Kota Tua dan tempat-tempat sucinya – dalam Perang Timur Tengah 1967.

Acara tahun ini dijadwalkan berlangsung Kamis lalu, tetapi penyelenggara membatalkannya setelah polisi Israel menolak rute yang diusulkan dengan alasan masalah keamanan.

Keterangan gambar,

Polisi Israel mengosongkan jalan di sekitar rute pawai pada Selasa (15/06).

Hal itu kemudian disetujui oleh pemerintah koalisi Israel, tetapi Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengkritik peserta Israel yang menyanyikan lagu-lagu rasis dan kekerasan.

“Fakta bahwa ada ekstremis membawa bendera Israel dan mengungkapkan kebencian dan rasialisme adalah keji dan tidak dapat ditoleransi,” kata Lapid.

“Tidak dapat dipahami bagaimana seseorang dapat memegang bendera Israel di tangannya dan meneriakkan ‘matilah orang Arab’ pada saat yang bersamaan.”

Apa yang menyebabkan ketegangan baru-baru ini?

Pertempuran antara Israel dan militan Palestina di Gaza dimulai pada 10 Mei setelah berminggu-minggu meningkatnya ketegangan di Yerusalem Timur, yang memuncak dalam bentrokan di al-Aqsa, sebuah situs suci yang dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

Hamas menuntut Israel memindahkan polisi dari sana dan Distrik Sheikh Jarrah yang mayoritas penduduknya Arab, di mana keluarga Palestina menghadapi penggusuran oleh pemukim Yahudi.

Hamas mulai menembakkan roket setelah memperingatkan Israel untuk menarik diri dari situs tersebut, memicu serangan udara balasan.

Militer Israel mengatakan lebih dari 4.300 roket ditembakkan ke wilayahnya oleh militan dan bahwa Israel menyerang lebih dari 1.000 sasaran militan di Gaza.

Gencatan senjata kemudian ditengahi oleh Mesir dan negara-negara lain, yang mulai berlaku pada 21 Mei.

Setidaknya 243 orang, termasuk lebih dari 100 perempuan dan anak-anak, tewas di Gaza selama konflik, menurut kementerian kesehatan Gaza. Israel mengatakan telah membunuh sedikitnya 225 militan Palestina.

Di Israel, 12 orang, termasuk dua anak-anak, tewas, kata layanan medisnya.

Related posts