Covid-19: Sejumlah negara Eropa larang penerbangan dari Inggris imbas varian baru virus corona, PM Boris Johnson gelar rapat darurat

Gatwick Airport on Sunday

Keterangan gambar,

Bandara Gatwick pada hari Minggu, ketika negara-negara Eropa mulai memberlakukan larangan perjalanan

Semakin banyak negara-negara Eropa yang menerapkan larangan terbang dari Inggris untuk mencegah penyebaran varian baru virus corona yang disebut lebih menular dan “di luar kendali”.

Pembatasan perjalanan dari Inggris diterapkan oleh pemerintah Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Belgia dan Italia. Langkah tersebut diikuti oleh Bulgaria, Turki dan Swiss.

Uni Eropa akan mengadakan pertemuan pada Senin (21/12) untuk membahas tanggapan yang lebih terkoordinasi terkait hal itu.

Varian baru Covid-19 ini menyebar dengan cepat di London dan kawasan Inggris tenggara.

Penyebaran cepat ini membuat angka kasus naik tajam, yang mendorong Perdana Menteri Boris Johnson menerapkan karantina wilayah untuk London dan Inggris tenggara pada Sabtu (19/12) petang.

Para pakar mengatakan varian ini memiliki tingkat penyebaran 70% lebih tinggi.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock pada hari Minggu (20/12) mengatakan varian baru Covid-19 tersebut “di luar kendali. Kami harus mengendalikannya”.

Ia mengakui bahwa ini adalah “akhir yang sangat sulit untuk tahun yang benar-benar buruk”.

Negara mana saja yang telah menerapkan larangan terbang?

Dalam beberapa jam setelah pengumuman Inggris pada hari Sabtu, Belanda mengatakan akan melarang semua penerbangan penumpang dari Inggris mulai hari Minggu (20/12) pukul 06:00 hingga 1 Januari.

Pemerintah Belanda mengatakan, sambil menunggu “kejelasan yang lebih pasti” tentang situasi di Inggris, “risiko lebih lanjut dari jenis virus baru yang diperkenalkan ke Belanda harus diminimalkan sebanyak mungkin”.’

Negara itu pada hari Minggu melaporkan peningkatan kasus harian lebih dari 13.000 kasus – yang merupakan rekor baru peningkatan kasus harian, meskipun langkah-langkah karantina wilayah yang ketat diterapkan sejak 14 Desember.

Keterangan gambar,

Bandara Gatwick pada hari Minggu, ketika negara-negara mulai memberlakukan larangan perjalanan

Belgia juga melarang penerbangan dan kedatangan kereta api dari Inggris mulai Minggu (20/12).

Perdana Menteri Alexander De Croo mengatakan kepada saluran televisi Belgia, VR, larangan akan diberlakukan setidaknya selama 24 jam sebagai “tindakan pencegahan”, dan menambahkan “kita akan lihat nanti jika kita membutuhkan tindakan tambahan”.

Italia memblokir semua penerbangan dari Inggris hingga 6 Januari.

Kasus pertama varian baru Covid-19 dari Inggris juga telah terdeteksi di Italia, seperti dilaporkan oleh kementerian kesehatan Italia pada hari Minggu.

Saat ini, pasien tersebut sedang diisolasi di Roma.

Di Irlandia, pemerintah mengumumkan bahwa penerbangan yang tiba dari Inggris akan dilarang selama 48 jam “demi kepentingan kesehatan masyarakat, orang-orang di Inggris, apa pun kewarganegaraannya, tidak boleh melakukan perjalanan ke Irlandia, melalui udara atau laut “.

Keterangan gambar,

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa varian baru ini bereaksi berbeda terhadap vaksin.

Akan tetapi, penyeberangan feri untuk barang tetap beroperasi.

Di Jerman, perintah dari kementerian transportasi mengatakan pesawat dari Inggris tidak akan diizinkan mendarat mulai Minggu, meskipun pesawat kargo menjadi pengecualian.

Menteri Kesehatan Jens Spahn mengatakan varian baru virus corona dari Inggris belum terdeteksi di Jerman.

Prancis telah menangguhkan semua perjalanan termasuk truk barang dengan Inggris selama 48 jam.

Dikatakan periode itu harus digunakan untuk memberikan tanggapan yang terkoordinasi dari negara-negara Eropa.

Ribuan truk berpindah antar negara setiap hari. Kantor Kabinet Inggris akan bertemu pada hari Senin untuk menilai dampaknya pada perdagangan.

Keterangan gambar,

Antrian truk yang sangat panjang memasuki pelabuhan Dover di Kent untuk memenuhi pasokan Natal dan kekhawatiran akan Brexit

Menanggapi larangan Prancis, Eurotunnel mengatakan akan menangguhkan akses ke terminal Folkestone di Inggris untuk lalu lintas menuju Calais di Prancis.

Orang yang telah memesan tiket untuk bepergian pada hari Senin bisa mendapatkan pengembalian uang. Akan tetapi, kereta masih akan beroperasi dari Calais ke Folkestone.

Austria juga akan menerapkan larangan penerbangan dari Inggris.

Sementara, Bulgaria telah menangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris. Tetapi, tidak seperti tindakan larangan terbang jangka pendek di banyak negara lain, larangan yang diterapkan di Bulgaria berlaku hingga 31 Januari.

Turki telah melarang sementara semua penerbangan dari Inggris, demikian halnya dengan Swiss.

Pertemuan Dewan Eropa akan diadakan pada pada Senin pagi untuk mengoordinasikan tindakan Uni Eropa.

Karantina wilayah di London dan Inggris tenggara

Terhitung mulai hari Minggu (20/12), London dan kawasan Inggris tenggara masuk dalam kategori 4 (tier 4), kategori pembatasan yang tertinggi, hingga tanggal 30 Desember.

Kebijakan baru ini berdampak pada sekitar 17,7 juta orang yang tinggal di kawasan London dan Inggris tenggara.

Keterangan gambar,

PM Johnson mengumumkan pengetatan pembatasan untuk London dan kawasan Inggris tenggara, hari Sabtu (19/12) petang waktu setempat.

Pembatasan diterapkan menyusul penemuan varian baru virus corona dengan tingkat penyebaran 70% lebih cepat dari virus corona yang dikenal selama ini.

“Berdasarkan bukti awal yang kita miliki tentang varian baru virus ini, potensi risiko, dengan hati berat saya harus mengatakan kepada Anda bahwa kita tidak bisa merayakan Natal sesuai rencana sebelumnya,” kata Boris Johnson dalam jumpa pers virtual di Downing Street pada Sabtu petang (19/12).

Dengan pembatasan ini, warga tak dibolehkan melakukan perjalanan memasuki wilayah tier 4, kecuali untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat sangat khusus.

Tadinya pemerintahkan memberikan kelonggaran selama lima hari untuk memberi kesempatan kepada warga untuk merayakan Natal.

‘Mestinya pembatasan diterapkan lebih cepat’

Pengetatan baru ini dalam praktiknya membuat warga tidak bisa berinteraksi secara fisik dengan rumah tangga lain.

Semua toko yang tidak menyediakan kebutuhan pokok atau layanan penting harus tutup. Perjalanan juga dibatasi.

Para pejabat mengatakan varian baru virus corona tidak lebih mematikan.

Diyakini pula bahwa varian baru ini tidak membuat vaksin atau perawatan yang ada saat ini menjadi kurang efektif.

Keterangan gambar,

Pemimpin opisisi Sir Keir Starmer mendesak diterapkannya pembatasan yang lebih ketat untuk menekan wabah pada Rabu (16/12).

Kepala penasihat sains pemerintah, Sir Patrick Vallance, mengatakan varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris mungkin berkembang di negara itu sendiri atau mungkin juga ada di negara-negara lain.

“Virus bermutasi setiap waktu, terjadi banyak mutasi di dunia, yang di sini adalah konstelasi perubahan-perubahan khusus yang kami pandang penting”.

Ditambahkan perlu ditempuh upaya gobal untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada varus corona ini.

Menanggapi pengumuman baru perdana menteri, Sir Keir Starmer, pemimpin Partai Buruh yang beroposisi, mengatakan “jutaan keluarga akan patah hati karena rencana Natal mereka terkoyak-koyak.”

Keterangan gambar,

Kepala penasihat sains pemerintah, Sir Patrick Vallance, mengatakan varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris mungkin berkembang di negara itu sendiri atau mungkin juga ada di negara-negara lain.

Padahal, menurutnya, ia sudah mengangkat risiko pelonggaran Natal itu dengan Boris Johnson pada Rabu lalu, tetapi ketika itu perdana menteri tetap kukuh pada janjinya untuk melonggarkan pembatasan selama Natal.

“Pengumuman hari ini hanya akan menimbulkan kebingungan pada saat warga memerlukan kepastian,” kata Sir Keir Starmer dan meminta pemerintah untuk menunjukkan “kepemimpinan yang tegas”.

Wales juga menerapkan karantina wilayah terhitung mulai Minggu (20/12).

“Kita tahu, 2021 akan berbeda dan situasinya akan lebih baik. Ekonomi akan pulih dan kita akan bisa lagi meratakan Natal,” kata Mark Drakeford, menteri utama Wales.

Hingga Sabtu (19/12), data pemerintah Inggris menunjukkan terdapat 2.004.219 kasus positif dan jumlah mereka yang meninggal dunia mencapai 67.075 orang.

Namun, data itu hanya mencakup mereka yang meninggal dunia dalam waktu 28 hari sesudah positif virus corona dan penghitungan-penghitungan lain menunjukkan jumlah kematian lebih tinggi.

Kasus harian yang terus naik membuat bertambahnya jumlah kasus secara total. Pada hari Sabtu (19/12) saja, kasus positif bertambah 27.052.

Inggris menduduki urutan keenam dari negara-negara dengan jumlah korban meninggal terbanyak di dunia, setelah Amerika Serikat, India, Brasil, Rusia dan Prancis, menurut data yang dihimpun Johns Hopkins University.

Related posts