Palestina-Israel: Umat Muslim dunia rayakan Idul Fitri, warga Gaza terancam ‘perang dalam skala penuh’

israel, palestina

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar,

Kawasan Khan Yunis di bagian selatan Jalur Gaza digempur serangan udara Israel, pada Rabu (12/05).

Pada saat jutaan umat Muslim dunia merayakan Idul Fitri, warga Palestina dan Israel justru harus berlindung di tengah saling serang antara kelompok Palestina dan tentara Israel.

Seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Gaza, Husen, mengatakan “tak ada Lebaran bagi kami” tahun ini di tengah dentuman bom.

“Yang pasti tampaknya tahun ini tak ada Lebaran di Gaza. Warga Palestina terpaksa menerima kondisi ini.” kata Husen, aktivis kemanusiaan dan wartawan yang pernah merasakan tiga kali agresi militer Israel.

PBB memperingatkan potensinya terjadi “perang dalam skala penuh” karena meningkatkan kekerasan ini.

Baca juga:

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memutuskan tidak ada perayaan Idul Fitri dan mengimbau warga hanya menjalankan ibadah saja sambil mendoakan mereka yang meninggal akibat serangan udara Israel serta menurunkan bendera Palestina setengah tiang sebagai tanda berkabung.

Kekerasan ini – terburuk sejak 2018 – menyebabkan paling tidak 65 orang Palestina meninggal akibat serangan udara Israel. Sebanyak 14 di antara mereka adalah anak-anak.

Keterangan gambar,

Rangkaian roket diluncurkan ke arah Israel dari Kota Gaza yang dikelola kelompok Hamas, pada Rabu (12/05).

Kementerian Kesehatan yang dikelola kelompok Hamas di Gaza mengatakan lebih dari 360 orang mengalami cedera.

Adapun di pihak Israel, sebanyak tujuh orang telah tewas akibat gempuran kelompok Palestina.

Keterangan gambar,

Pemakaman warga Palestina yang meninggal akibat serangan Israel.

Keterangan gambar,

Dua perempuan berduka setelah anggota keluarga mereka tewas akibat gempuran Israel di Kota Gaza, Rabu (12/05).

Keterangan gambar,

Seorang perempuan menangis dalam upacara pemakaman seorang warga Israel yang tewas akibat serangan roket dari Jalur Gaza, Rabu (12/05).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan pihaknya akan mengerahkan semua kekuatan untuk melindungi Israel dari musuh-musuh di luar dan perusuh di dalam wilayahnya.

Militer Israel (IDF) menyebut bahwa serangan ke Gaza adalah yang terbesar sejak konflik pada 2014.

Namun, dalam sebuah cuitan, Otoritas Palestina mengecam “agresi militer” Israel seraya menyebut aksi tersebut “membuat trauma dan mempersulit populasi sebanyak dua juta orang”.

Keterangan gambar,

Seorang ibu menggendong putranya dalam evakuasi warga di Kota Gaza.

Keterangan gambar,

Personel militer Israel menenangkan seorang perempuan di tengah gempuran roket dari Jalur Gaza ke Kota Sderot, pada Rabu (12/05).

Hamas – yang menguasai Gaza – mengatakan mereka melakukan serangan untuk mempertahankan masjid al-Aqsa dari “agresi dan terorisme Israel” setelah terjadi bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina Senin lalu yang menyebabkan ratusan orang terluka.

Insiden ini terjadi setelah kerusuhan berhari-hari menyusul ancaman pengusiran terhadap warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Keterangan gambar,

Seorang personel militer Israel bersiap melemparkan suatu benda ke arah para demonstran Palestina di Kota Hebron, Tepi Barat, 12 Mei 2021.

Keterangan gambar,

Seorang demonstran hendak melempar bom molotov ke arah pasukan Israel di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 12 Mei 2021.

Keterangan gambar,

Bentrokan antara demonstran Palestina dan pasukan Israel terjadi di Kota Hebron, Tepi Barat, pada 12 Mei 2021.

Related posts